Selasa, 12 November 2013

SAP MENSTRUASI


SATUAN ACARA PENYULUHAN
KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (MENSTRUASI)
DI PESANTREN RAMADHAN REMAJA MUSLIM REMPOAH







SUGI PURWANTI






AKADEMI KEBIDANAN YLPP PURWOKERTO
TAHUN 2011

SATUAN ACARA PENYULUHAN
Topik               : Menstruasi sebagai Awal Berfungsinya Alat Reproduksi Wanita
Penyuluh         : Sugi Purwanti, S.Si.T, M.Kes
Waktu              : 20 Menit
Sasaran                        : Remaja
Hari/tanggal     : 25 Agustus 2011
Tempat            : Serambi Masjid Al Barokah
A.     Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah mendapatkan penyuluhan, remaja diharapkan dapat mengetahui hal-hal menstruasi (haid), fisiologi haid dan  reproduksi wanita, kelainan masa haid, perilaku yang sehat berkaitan dengan masa haid.

B.     Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mendapatkan penyuluhan, ibu hamil diharapkan dapat :
1.      Menyebutkan pengertian menstruasi (haid)
2.      Menyebutkan proses masa haid dan fungsi dari alat reproduksi wanita
3.      Menyebutkan kelainan-kelainan yang muncul saat masa haid
4.      Menyebutkan perilaku yang sehat pada masa haid.

C.     Pokok-Pokok Materi Penyuluhan
1.      Pengertian menstruasi
2.      Proses masa haid dan fungsi alat reproduksi
3.      Kelainan-kelainan yang muncul saat masa haid
4.      Perilaku yang sehat pada masa haid



D.     Kegiatan Penyuluhan
Tahap Kegiatan
Waktu
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Remaja
Pembukaan
3 menit
1.      Memberi salam, perkenalan.
2.      Menjelaskan tujuan, apersepsi
1.      Menjawab salam

2.      Mendengarkan
Isi
12 menit
1.      Menjelaskan tentang  penegrtian menstruasi
2.      Menjelaskan tentang proses masa haid dan fungsi alat reproduksi
3.      Menjelaskan tentang kelainan-kelainan yang muncul saat masa haid
4.      Menjelaskan perilaku yang sehat pada masa haid

5.      Memberi kesempatan pasien untuk bertanya
6.      Menjawab pertanyaan
1.      Mendengarkan

2.      Mendengarkan


3.      Mendengarkan


4.      Mendengarkan


5.      Bertanya

6.      Mendengarkan
Penutup
5 menit
1.      Menyimpulkan materi
2.      Memberi evaluasi pada remaja
3.      Menutup penyuluhan dan memberi salam
1.      Mendengarkan
2.      Menjawab pertanyaan
3.      Mendengarkan dan menjawab salam

E.     Metode
Ceramah dan tanya jawab
F.      Media
Leaflet
LCD Proyektor
G.    Evaluasi
Jenis    : Lisan
Soal     :
1.      Sebutkan pengertian menstruasi (haid)?
2.      Sebutkan 3 contoh kelainan masa haid?
3.      Jelaskan kapan disebut dengan masa subur?

             


















MATERI PENYULUHAN

A.     Pengertian Menstruasi
Menstruasi adalah perdarahan secara periodic dan siklik dari uterus, disertai pelepasan deskuamasi endometrium. Menstruasi adalah siklus alami yang terjadi secara regular untuk mempersiapkan tubuh wanita setiap bulannya terhadap kehamilan.
Menstruasi merupakan cirri kedewasaan wanita, terjadi pertama kali pada usia 9-12 tahun. Cepat atau lambatnya usia untuk mulai menstruasi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor misalnya kesehatan remaja, nutrisi, gizi, berat badan, kondisi psikologis remaja.
B.     Proses Menstruasi dan Fungsi Alat Reproduksi
1.      Siklus menstruasi
Siklus menstruasi adalah jaraj antara tanggal mulainya menstruasi yang lalu sampai menstruasi berikutnya. Hari pertama mulainya perdarahan adalah hari mulainya siklus haid. Hari terakhir menstruasi adalah waktu berakhir sebelum mulai siklus menstruasi. Siklus menstruasi terdiri dari empat fase, yaitu :
a.       Fase Menstruasi
Fase menstruasi ini terjadi jika ovum tidak dibuahi sperma sehingga terjadilah penurunan kadar esptrogen dan progesterone yang menyebabkan robek atau luruhnya endometrium dan terjadilah perdarahan. Darah yag keluar selama menstruasi berkisar antara 50-150 mili liter.
b.      Fase Pra-ovulasi
Fase pra ovulasi disebut juga dengan fase poliferasi. Hormon pembebas gonadotropin yang dikeluarkan hipotalamus akan memacu hipofise untuk mengeluarkan FSH (folikel stimulating hormone) FSH memacu pematangan folikel dan merangsang folikel untuk mengeluarkan estrogen. Adanya estrogen menyebabkan pembentukan kembali dindig endometrium. Peningkatan kadar estrogen juga menyebabkan serviks untuk mengeluarkan lendir yang bersifat basa. Lendir ini berfungsi untuk menetralkan suasan asam pada vagina sehingga mendukung kehidupan sperma
c.       Fase Ovulasi
Jika siklus menstruasi seorang perempuan 28 hari, maka ovulasi terjadi pada hari ke 14. Peningkatan kadar estrogen menghambat pengeluaran FSH kemudian hipofise mengeluarkan LH (lutenizing hormone). Peningkatan kadar LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel, peristiwa ini disebut ovulasi.
d.      Fase Pasca ovulasi
Fase pasca ovulasi yaitu 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Folikel de graaf  (folikel matang) yang telah melepaskan oosit sekunder akan berkerut dan menjadi korpus luteum. Korpus luteum mengeluarkan hormone progesterone dan masih mengeluarkan estrogen namun tidak sebanyak ketika berpentuk folikel. Progesteron mendukung kesrja estrogen untuk mempertebal dan mempersiapkan endometrium untuk menerima pelekatan embrio jika terjadi kehamilan. Ika tidak terjadi pembuahan korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan yang hanya sedikit  mengeluarkan hormone, sehingga kadar estrogen dan progesterone menjadi rendah. Keadaan ini menyebabkan terjadinya menstruasi demikian seterusnya.
C.     Kelainan yang Muncul saat Menstruasi
1.      Amenore
Tidak ada haid sama sekali
2.      Menoragia
Perdarahan yang berlebihan
3.      Polimenore
Siklus haid yang terlalu sering, haid lebih dari 1 kali dalam 1 bulan
4.      Oligomenore
Siklus haid terlalu lama/panjang, siklus haid berlangsung lebih dari 1 bulan.
5.      Dismenore
Nyeri yang terjadi saat haid, nyeri diartikan sebagai suatu keadaan yang tidak menyenangkan akibat terjadinya rangsangan fisik maupun dari serabut saraf dalam tubuh ke otak dan diikuti oleh fisik, psikologis maupun emosional.
D.     Perilaku yang Sehat pada saat Menstruasi
1.      Pemakaian pembalut wanita
Pemakaian pembalut saat haid digunakan untuk menampung darah haid, agar remaja tetap dapat melakukan aktifitas dengan maksimal. Cara yang benar dalam penggunaan pembalut adalah minimal 3 kali ganti dalam 24 jam. Penggunaan pembalut yang terlalu lama tidak direkomendasikan. Hal ini dikarenakan penggunaan pembalut terlalu lama dapat menyebabkan kebocoran dan meninggalkan noda darah di pakaian yang akan menurunkan rasa percaya diri remaja. Selanjutnya vagina akan menjadi lembab dan meningkatkan resiko terjadinya infeksi. Disarankan untuk menggunakan pembalut yang tidak terlalu tebal tapi mampu menyerap dan menampung darah haid dalam jumlah yang banyak.
2.      Pemakaian sabun sirih pembersih vagina
Pemakaian sabun sirih yang bertujuan untuk membersihkan daerah kewanitaan