SATUAN ACARA PENYULUHAN
KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (MENSTRUASI)
DI PESANTREN RAMADHAN REMAJA MUSLIM REMPOAH

SUGI PURWANTI
AKADEMI
KEBIDANAN YLPP PURWOKERTO
TAHUN 2011
SATUAN
ACARA PENYULUHAN
Topik : Menstruasi sebagai Awal Berfungsinya Alat Reproduksi
Wanita
Penyuluh : Sugi Purwanti, S.Si.T, M.Kes
Waktu : 20 Menit
Sasaran : Remaja
Hari/tanggal : 25 Agustus 2011
Tempat : Serambi Masjid Al Barokah
A.
Tujuan Instruksional Umum
(TIU)
Setelah mendapatkan penyuluhan, remaja diharapkan dapat mengetahui
hal-hal menstruasi (haid), fisiologi haid dan reproduksi wanita, kelainan masa haid,
perilaku yang sehat berkaitan dengan masa haid.
B.
Tujuan Instruksional
Khusus (TIK)
Setelah mendapatkan penyuluhan, ibu hamil
diharapkan
dapat :
1.
Menyebutkan pengertian menstruasi (haid)
2.
Menyebutkan proses masa haid dan fungsi dari alat
reproduksi wanita
3.
Menyebutkan kelainan-kelainan yang muncul saat masa
haid
4.
Menyebutkan perilaku yang sehat pada masa haid.
C.
Pokok-Pokok Materi
Penyuluhan
1.
Pengertian menstruasi
2.
Proses masa haid dan fungsi alat reproduksi
3.
Kelainan-kelainan yang muncul saat masa haid
4.
Perilaku yang sehat pada masa haid
D.
Kegiatan Penyuluhan
|
Tahap Kegiatan
|
Waktu
|
Kegiatan Penyuluhan
|
Kegiatan
Remaja
|
|
Pembukaan
|
3 menit
|
1. Memberi salam, perkenalan.
2. Menjelaskan tujuan, apersepsi
|
1. Menjawab salam
2. Mendengarkan
|
|
Isi
|
12 menit
|
1.
Menjelaskan tentang penegrtian menstruasi
2.
Menjelaskan tentang proses
masa haid dan fungsi alat reproduksi
3.
Menjelaskan tentang
kelainan-kelainan yang muncul saat masa haid
4.
Menjelaskan perilaku yang
sehat pada masa haid
5.
Memberi kesempatan pasien
untuk bertanya
6.
Menjawab pertanyaan
|
1. Mendengarkan
2. Mendengarkan
3. Mendengarkan
4. Mendengarkan
5. Bertanya
6. Mendengarkan
|
|
Penutup
|
5 menit
|
1. Menyimpulkan materi
2. Memberi evaluasi pada remaja
3. Menutup penyuluhan dan memberi salam
|
1. Mendengarkan
2. Menjawab pertanyaan
3. Mendengarkan dan menjawab salam
|
E.
Metode
Ceramah dan tanya jawab
F.
Media
Leaflet
LCD
Proyektor
G.
Evaluasi
Jenis : Lisan
Soal :
1.
Sebutkan pengertian menstruasi (haid)?
2.
Sebutkan 3 contoh kelainan masa haid?
3.
Jelaskan kapan disebut dengan masa subur?
MATERI PENYULUHAN
A.
Pengertian Menstruasi
Menstruasi adalah perdarahan secara periodic dan
siklik dari uterus, disertai pelepasan deskuamasi endometrium. Menstruasi
adalah siklus alami yang terjadi secara regular untuk mempersiapkan tubuh
wanita setiap bulannya terhadap kehamilan.
Menstruasi merupakan cirri kedewasaan wanita, terjadi
pertama kali pada usia 9-12 tahun. Cepat atau lambatnya usia untuk mulai menstruasi
sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor misalnya kesehatan remaja, nutrisi,
gizi, berat badan, kondisi psikologis remaja.
B.
Proses Menstruasi
dan Fungsi Alat Reproduksi
1.
Siklus menstruasi
Siklus menstruasi adalah jaraj antara tanggal mulainya
menstruasi yang lalu sampai menstruasi berikutnya. Hari pertama mulainya
perdarahan adalah hari mulainya siklus haid. Hari terakhir menstruasi adalah
waktu berakhir sebelum mulai siklus menstruasi. Siklus menstruasi terdiri dari
empat fase, yaitu :
a.
Fase Menstruasi
Fase menstruasi ini terjadi jika ovum tidak dibuahi
sperma sehingga terjadilah penurunan kadar esptrogen dan progesterone yang menyebabkan
robek atau luruhnya endometrium dan terjadilah perdarahan. Darah yag keluar selama
menstruasi berkisar antara 50-150 mili liter.
b.
Fase Pra-ovulasi
Fase pra ovulasi disebut juga dengan fase poliferasi.
Hormon pembebas gonadotropin yang dikeluarkan hipotalamus akan memacu hipofise untuk
mengeluarkan FSH (folikel stimulating hormone)
FSH memacu pematangan folikel dan merangsang folikel untuk mengeluarkan
estrogen. Adanya estrogen menyebabkan pembentukan kembali dindig endometrium.
Peningkatan kadar estrogen juga menyebabkan serviks untuk mengeluarkan lendir
yang bersifat basa. Lendir ini berfungsi untuk menetralkan suasan asam pada
vagina sehingga mendukung kehidupan sperma
c.
Fase Ovulasi
Jika siklus menstruasi seorang perempuan 28 hari, maka
ovulasi terjadi pada hari ke 14. Peningkatan kadar estrogen menghambat
pengeluaran FSH kemudian hipofise mengeluarkan LH (lutenizing hormone). Peningkatan kadar LH merangsang pelepasan
oosit sekunder dari folikel, peristiwa ini disebut ovulasi.
d.
Fase Pasca ovulasi
Fase pasca ovulasi yaitu 14 hari sebelum menstruasi
berikutnya. Folikel de graaf (folikel matang) yang telah melepaskan oosit
sekunder akan berkerut dan menjadi korpus luteum. Korpus luteum mengeluarkan hormone
progesterone dan masih mengeluarkan estrogen namun tidak sebanyak ketika
berpentuk folikel. Progesteron mendukung kesrja estrogen untuk mempertebal dan
mempersiapkan endometrium untuk menerima pelekatan embrio jika terjadi kehamilan.
Ika tidak terjadi pembuahan korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan
yang hanya sedikit mengeluarkan hormone,
sehingga kadar estrogen dan progesterone menjadi rendah. Keadaan ini
menyebabkan terjadinya menstruasi demikian seterusnya.
C.
Kelainan
yang Muncul saat Menstruasi
1.
Amenore
Tidak ada haid sama sekali
2.
Menoragia
Perdarahan yang berlebihan
3.
Polimenore
Siklus haid yang terlalu sering, haid lebih dari 1 kali
dalam 1 bulan
4.
Oligomenore
Siklus haid terlalu lama/panjang, siklus haid
berlangsung lebih dari 1 bulan.
5.
Dismenore
Nyeri yang terjadi saat haid, nyeri diartikan sebagai
suatu keadaan yang tidak menyenangkan akibat terjadinya rangsangan fisik maupun
dari serabut saraf dalam tubuh ke otak dan diikuti oleh fisik, psikologis
maupun emosional.
D.
Perilaku
yang Sehat pada saat Menstruasi
1.
Pemakaian pembalut wanita
Pemakaian pembalut saat haid digunakan untuk menampung
darah haid, agar remaja tetap dapat melakukan aktifitas dengan maksimal. Cara
yang benar dalam penggunaan pembalut adalah minimal 3 kali ganti dalam 24 jam.
Penggunaan pembalut yang terlalu lama tidak direkomendasikan. Hal ini
dikarenakan penggunaan pembalut terlalu lama dapat menyebabkan kebocoran dan
meninggalkan noda darah di pakaian yang akan menurunkan rasa percaya diri
remaja. Selanjutnya vagina akan menjadi lembab dan meningkatkan resiko
terjadinya infeksi. Disarankan untuk menggunakan pembalut yang tidak terlalu
tebal tapi mampu menyerap dan menampung darah haid dalam jumlah yang banyak.
2.
Pemakaian sabun sirih pembersih vagina
Pemakaian sabun sirih yang bertujuan untuk membersihkan
daerah kewanitaan
MAKASI kk atas contoh sap nya
BalasHapus